Sejarah singkat PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul, Tbk

  • Whatsapp
sidomuncul
sidomuncul
banner 468x60

Sidomuncul, mungkin telinga anda tidak asing dengan nama perusahaan ini, perusahaan yang bergerak dibidang Industri Jamu dan Farmasi ini diresmikan pada tahun 1951 namun jika kita melihat jauh ke belakang dan serta sejarah perkembangan sido muncul sendiri tepatnya pada tahun 1930, cikal bakal perusahaan Sido muncul yang kita kenal sekarang bermula.

Pada tahun 1930, dua pasangan suami istri keturunan tionghoa yaitu bapak Rakhmat Sulistio (Siem Thiam Hie) dan istrinya ibu Sri Agustina (Go Djing Nio) mencoba usaha roti muncul dikarenakan usaha pemerahan susu sapi di Ambarawa terpaksa harus ditutup terkena dampak krisis Malaise pada tahun 1929 yang telah mengglobal. Setelah Gulung tikar dan meninggalkan usaha lama, pasangan ini harus pindah ke solo pada tahun 1930. Pantang menyerah, pasangan ini membuka usaha toko roti, yang diberi nama Roti muncul.

Tidak berhenti disitu saja, setelah lima tahun berlalu pasangan ini memulai usaha jamu dan rempah-rempah yang dicetuskan sang istri nyonya Rakhmat Sulistio berbekal kemahiran meracik jamu dan rempah tradisional, tak perlu lama akhirnya pasangan usaha jamu di Yogyakarta.

Pada Tahun 1940, Rakhmat Sulistio (Siem Thiam Hie) meramu jamu Tujuh di jogja. Jamu ini sekarang dikenal dengan nama Tolak Angin. Tolak angin sendiri produk yang ditujukan bagi anda yang mengalami masuk angin, disertai gejala mual, perut kembung,demam ataupun meriang. Tolak angin sangat mudah ditemukan di apotik ataupun pasar swalayan. Produk ini sendiri mengandung bahan utama berupa adas, jahe, daun mint, daun cengkeh, kayu ules dan madu. 

Setelah kemerdekan indonesia pada tahun 1945, 4 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1949 terjadi perang lanjutan oleh kolonial belanda yang berdampak pada bisnis Rakhmat Sulistio (Siem Thiam Hie), dengan sangat terpaksa pasangan ini mengungsi ke semarang dan memulai usaha jamunya lagi dengan nama baru yaitu sido muncul. Sido muncul sendiri berasal dari bahasa jawa, yang berarti “impian yang terwujud”.

Usaha kecil yang di jalankan di rumah, yang berlokasi Di Jalan Mlaten Trenggulun No.104 semarang ini, pada mulanya hanya ditenagai oleh tiga orang karyawan. 

Pada tahun 1951, keluarga nyonya Rahkmat Sulistioningsih (Go Djing Nio) memutuskan menetap ke Semarang, untuk membesarkan bisnis jamunya dengan membeli rumah kecil yang dijadikan rumah Produksi di Jalan Bugangan No.25, Semarang.

Dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1953, pabrik Sido Muncul pertama didirikan. Keberanian mendirikan pabrik tersebut didukung oleh diterimanya produk oleh masyarakat luas. 

Pada tahun 1984, PT Sido muncul melakukan modernisasi serta melakukan pemindahan lokasi pabrik dan penggantian alat-alat tradisional dengan mesin-mesin modern.

Pada tanggal 11 november tahun 2000, PT Sido muncul menambah pabrik baru dan meresmikan pabrik tersebut di kota ungaran semarang, dengan perluasan serta modernisasi alat.

Bapak Rakhmat Sulistio (Siem Thiam Hie) wafat pada tanggal 12 april 1976, lalu 7 tahun kemudian disusul oleh istrinya nyonya Rahkmat Sulistioningsih (Go Djing Nio)  pada Februari 1983. Kematian mereka tidak menghentikan Sido muncul, PT sido muncul tetap berjalan dan dilanjutkan kepengurusannya oleh anak-anak mereka hingga sekarang.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul merupakan salah satu perusahaan terbaik dari 50 perusahaan terbaik yang dimuat pada halaman Forbes Indonesia. Penghargaan ini di dapat pada tahun 2019. Mari dukung dan lestarikan produk lokal untuk anak cucu kita kelak.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *